Langsung ke konten utama

Al-Qur'an

Bertutur tentang utara dan samudera
Tak luput dari jejak insan yang anggara
Gemerlap kelam tanpa sinar bagaskara
Turunlah surat cinta di gua hira

Bergetar atma sang Baginda,
Inilah tanda perjuangan bermula
Menyampaikan surat-surat cinta,
dari sang Maha Pencipta

Dalam sajak-sajaknya
Susunan rima yang sempurna
Tertutur indah memesona
Tersampaikan kabar bahagia,
bagi umat manusia

Gemerlap sirna, cahaya bersinar
Menyejukkan jiwa manusia yang terbakar
Merelungi ruang hati insan yang bingar
Menampar sukma mereka yang ingkar

Itulah dia, kekuatan surat cinta dari-Nya
Mampu membuat siapapun terkesima
Jaminan bahagia bagi yang membacanya
Sudahkah engkau membacanya?

****

Catatan penulis

DESCLAIMER: Jika ingin membagikan puisi ini ke platform lain, harap selalu menyertakan sumber dan nama pengarangnya. HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG!!! Sekian, terimakasih. ~


#puisirima
#rimaamarasabrina
#puisiislami
#al-qur'an

Komentar

Postingan populer dari blog ini

CANDRAMAWA

Aku sudah biasa ditampar kata terdiam seribu bahasa Aku sudah biasa menyaksikan cinta tak berbalas cinta Cabai merah pun enggan kalah Tapi lidahmu parah Berhasil membuatku patah Aku di sini tidak bersalah  Tidak pernah Aku tidak bersalah Aku tak paham persoalan sungguh ini ambigu sama seperti ketaksaan Aku disalahkan, selalu disalahkan! Padahal itu belum tentu Aku menatap awan kelabu Tapi ia malah tertawa Sama seperti candramawa Gelap, terang, Cerah, kelabu Aku tak paham maksudmu Jangan lagi menuduhku!

BERSAMA ARUNIKA

Kilau mentari  memberi kehangatan Menyambut hari dengan segenap kekuatan Tak lupa rasa syukur tertuang,  sebab masih hirup udara untuk berjuang Kala itu ia menyapa tak kalah mentari, pun memberi kehangatan di pagi hari.  Kala sejuk enggan pergi dari sini justru ia hadir menghibur diri, memeluk hati, menghangatkan kalbu Nabastala kan menjadi saksi  atas nama perasaan ini, Bersama arunika,  April terasa bahagia Oh tuhan,  apakah semua ini nyata?

ASMARALOKA

Swastamita meninggalkan nabastala Nelayan mendayung pilaunya Senja hadir menghiasi cakrawala Merah merekah berpadu dalam payoda Lelaki tiba dari seberang kota, menghembus arumi rindu, menebar pesona dama Daksanya mendekat, terpancar mata yang syahdu Seperti yang kau tahu, pair jantungku, namun harsa di dadaku Tak perduli kehadiran syham, melegakan siangku di waktu malam, menghangatkan daksaku di waktu petang Menjelajah dan berpetualang Ku jadi tak ingin pulang Ia tak ingin aku hilang Ia inginkan aku tersayang biar aku selalu ada untuknya dan bersemi dalam asmaraloka ***