Langsung ke konten utama

ANINDITA

Kepada kaca 
aku menatap
tak lagi nampak berseri hirap
Lingkar hitam menghiasi aksa,
bintik merah menggerogoti muka
Pada cermin 
senyumku terpaksa
sebab batin telah mati tersiksa
Kepada fisik, 
engkau mempesona
Aku tak menyuruhmu harus sempurna
Tak perlu bagai anindita
yang harus selalu cantik jelita
Tapi nyatanya tak seindah realita
Ini hanyalah untaian kata
Kepada kaca 
aku berbicara
Kepada diriku 
aku bercerita
Dunia ini bukan tentang paripurna
Melukis senyum, menerka air mata
Aku berharap, 
semoga dia tetap mencinta

Komentar

Postingan populer dari blog ini

CANDRAMAWA

Aku sudah biasa ditampar kata terdiam seribu bahasa Aku sudah biasa menyaksikan cinta tak berbalas cinta Cabai merah pun enggan kalah Tapi lidahmu parah Berhasil membuatku patah Aku di sini tidak bersalah  Tidak pernah Aku tidak bersalah Aku tak paham persoalan sungguh ini ambigu sama seperti ketaksaan Aku disalahkan, selalu disalahkan! Padahal itu belum tentu Aku menatap awan kelabu Tapi ia malah tertawa Sama seperti candramawa Gelap, terang, Cerah, kelabu Aku tak paham maksudmu Jangan lagi menuduhku!

BERSAMA ARUNIKA

Kilau mentari  memberi kehangatan Menyambut hari dengan segenap kekuatan Tak lupa rasa syukur tertuang,  sebab masih hirup udara untuk berjuang Kala itu ia menyapa tak kalah mentari, pun memberi kehangatan di pagi hari.  Kala sejuk enggan pergi dari sini justru ia hadir menghibur diri, memeluk hati, menghangatkan kalbu Nabastala kan menjadi saksi  atas nama perasaan ini, Bersama arunika,  April terasa bahagia Oh tuhan,  apakah semua ini nyata?

ASMARALOKA

Swastamita meninggalkan nabastala Nelayan mendayung pilaunya Senja hadir menghiasi cakrawala Merah merekah berpadu dalam payoda Lelaki tiba dari seberang kota, menghembus arumi rindu, menebar pesona dama Daksanya mendekat, terpancar mata yang syahdu Seperti yang kau tahu, pair jantungku, namun harsa di dadaku Tak perduli kehadiran syham, melegakan siangku di waktu malam, menghangatkan daksaku di waktu petang Menjelajah dan berpetualang Ku jadi tak ingin pulang Ia tak ingin aku hilang Ia inginkan aku tersayang biar aku selalu ada untuknya dan bersemi dalam asmaraloka ***