Bertutur tentang luasnya samudera,tak luput dari jejak insan yang anggaraGemerlap kelam tanpa sinar bagaskara,tibalah bulan suci hati terasa gembiraMenggema aksa lantunan Al-Qur'an,bergetar atma umat-umat beriman,air mata dosa tumpah bercucuran,daksa bersimpuh memohon ampunanBeriring melodi merdu tadarusan,anak-anak lari melempar petasan,ibu-ibu gencar mengolah kue lebaran,mengguncang lambung jadi keronconganRamadan, kehadiranmu,mencairkan kalbu yang membeku,yang pernah memeluk masa kecilku,bersama keluguan teman-temankuDan bila habis masamu,kau selipkan secarik arumi rindu,Melambung bersama hembusan serayu,terkenanglah rupa-rupa malam yang syahduDan bila habis waktumu,kau titipkan sajak-sajak rinduMelayang damai di atas awan biru,terkenanglah irama-irama malam yang berlaguPada rinduku yang tak tersampaikan,sajak ini bukan sekadar ungkapanGenggamlah jantungku agar kau rasakan,betapa rindu sukmaku menyambut Ramadan
****
Catatan penulis
DESCLAIMER: Jika ingin membagikan puisi ini ke platform lain, harap selalu menyertakan sumber dan nama pengarangnya. HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG!!! Sekian, terimakasih. ~
#puisirima
#rimaamarasabrina
#puisiislami
#ramadan
Komentar
Posting Komentar