Selalu terngiang di telingakuNasihat guru untuk kamiSebagai anak bangsa,anak Nusantara,generasi penerus bangsaKalian harus belajar dengan giatCarilah ilmu sampai ke negeri ChinaSingsingkan lengan baju,kejar prestasi,raih cita-citamu setinggi langit!Guruku yang terhormat,dan tercintaAkankah kami dapat menjadi seperti yang kau harapkan?Menjadi anak pewaris,pemimpin bangsa yang jujurTidak menjadi pemimpin yang palsu,yang hanya terbelenggu nafsu,ambisi, dan korupsiSetiap hari…Mata kami dipertontonkan:Rendahnya nilai moral pejabatSetiap saat…Telinga kami diperdengarkan:Kerakusan pemimpinyang menjarah uang rakyatTak ada figur yang berhati muliaSemua terkontaminasi.Oleh ambisi dan korupsiAnak bangsa lesu tanpa dayaKrisis moral menjadi bencana mengerikan,dan menyeramkanBisakah kami keluar dari bumi pertiwi?Yang berbingkai kepalsuan,yang sedang mati suri,dan terbelenggu setan koruptor?Bumiku semakin terpuruk menangis perihBumiku seakan tenggalam dalam kesedihan, berduka,dan berkabungKami, anak muda,pewaris pemimpin bangsaHanya berharapMasih ada figur yang berhati muliayang dapat melepaskan kami dari:Kemiskinan, pengangguran,dan kebodohanWahai teman,anak bangsa, anak Nusantara,generasi penerus bangsaMari kitasingsingkan lengan baju,gerakkan sendi,berjuang setegar karangyang tak goyah dihantam ombak!Semoga…Allah yang Maha KuasaMengabulkan cita-cita kitaMenjadi anak bangsa yang berbudi luhurAamiin
Aku sudah biasa ditampar kata terdiam seribu bahasa Aku sudah biasa menyaksikan cinta tak berbalas cinta Cabai merah pun enggan kalah Tapi lidahmu parah Berhasil membuatku patah Aku di sini tidak bersalah Tidak pernah Aku tidak bersalah Aku tak paham persoalan sungguh ini ambigu sama seperti ketaksaan Aku disalahkan, selalu disalahkan! Padahal itu belum tentu Aku menatap awan kelabu Tapi ia malah tertawa Sama seperti candramawa Gelap, terang, Cerah, kelabu Aku tak paham maksudmu Jangan lagi menuduhku!
Komentar
Posting Komentar