Saban pagi, di kala sarayu sejuk menusukDi saat orang-orang terlelap meringkukDipadukannya rempah-rempah ke dalam mangkukKemudian bergegas ia walau terkantukDengan Mionya ia bertaruh ragaMemburu recehan, memuaskan dahagaDi tempat itu ia berniagaDemi ananda esok memasang togaDaksanya hampir lagi rimpuhNamun tak jua bagai sesepuhDari tangannya sodet hampir lumpuh,disajikannya hidangan, lidah jadi luluhItulah ia sang juragan bumbuDarinya kalbu dan kaldu bersatuMasakannya selalu menyajikan rindu,menghidangkan haru, menghirapkan deruOlehnya jiwa dan jahe berpaduKau mesti tak tahu, dialah ayahku
***
Catatan penulis
DESCLAIMER: Jika ingin membagikan puisi ini ke platform lain, harap selalu menyertakan sumber dan nama pengarangnya. HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG!!! Sekian, terimakasih. ~
#puisirima
#rimaamarasabrina
#puisiperjuangan
#orangtua
#ayah
Komentar
Posting Komentar