Jauh langkah wanita berselendangSejauh mata dia memandangHembusan angin sendu bersenandungDalam pilau di langit mendungJauh bukit beralaskan rumputSelendangnya tak menutupi rambutMudah baginya priaku direbutTak hirau rasa sambut menyebutSerpihan kayu runtuh berserakanSerpihan hati retak dipecahkanBersamanya runtuh istana kerajaanSinggasana rusak dibelah kepercayaanDuhai manis datang mengemisKepada cinta yang tak pernah habisTak hirau rasa hati terkikisTinggallah duka air mata menangis
****
Catatan penulis
DESCLAIMER: Jika ingin membagikan puisi ini ke platform lain, harap selalu menyertakan sumber dan nama pengarangnya. HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG!!! Sekian, terimakasih. ~
#puisirima
#rimaamarasabrina
#puisipelakor
#pelakorwkwk
Komentar
Posting Komentar