PemudaDari ujung desa hingga kotaKakimu kau pijakkanpada sebuah pembelaanBela di atas deru derita rakyatHai pemuda pemudi IndonesiaTanganmu kau ulurkanmenopang hayat masyarakatKalian sang penggagas ide perkasaBerkaryalah hingga bersinarbagai lintangyang menghiasi payodaBebaskanlah atma hingga megarbagai sepucuk mawaryang menghiasi pagarWahai pemuda pemudi perkasagenerasi penerus bangsaKau mesti mengguncang buanaTeruslah menjadi reswaraDemi kemakmuran hidup negara
Aku sudah biasa ditampar kata terdiam seribu bahasa Aku sudah biasa menyaksikan cinta tak berbalas cinta Cabai merah pun enggan kalah Tapi lidahmu parah Berhasil membuatku patah Aku di sini tidak bersalah Tidak pernah Aku tidak bersalah Aku tak paham persoalan sungguh ini ambigu sama seperti ketaksaan Aku disalahkan, selalu disalahkan! Padahal itu belum tentu Aku menatap awan kelabu Tapi ia malah tertawa Sama seperti candramawa Gelap, terang, Cerah, kelabu Aku tak paham maksudmu Jangan lagi menuduhku!
Komentar
Posting Komentar