Dalam kesunyian ruangBuku-buku usangTiada pun yang terkenangHujan mengadu pada lintangPatrikor hanyut bersama hembusan sarayuAda mata yang ingin mengaduSukmanya bergetarJiwanya disambar halilintarDalam sudut ruangIa merenung seorangSesekali meraung-raungPatahlah hatinya diremehkanDalam kesunyian shyamDi balik bambu yang dianyamDi atas lantai berpapanIa menyalahkan keadaanDengan kekurangan, ia ditertawakanTiada sandang, terbelenggu kemiskinanTiada seorang yang mau berteman
Aku sudah biasa ditampar kata terdiam seribu bahasa Aku sudah biasa menyaksikan cinta tak berbalas cinta Cabai merah pun enggan kalah Tapi lidahmu parah Berhasil membuatku patah Aku di sini tidak bersalah Tidak pernah Aku tidak bersalah Aku tak paham persoalan sungguh ini ambigu sama seperti ketaksaan Aku disalahkan, selalu disalahkan! Padahal itu belum tentu Aku menatap awan kelabu Tapi ia malah tertawa Sama seperti candramawa Gelap, terang, Cerah, kelabu Aku tak paham maksudmu Jangan lagi menuduhku!
Komentar
Posting Komentar