Langsung ke konten utama

Postingan

Yakinlah!

Akan tiba masanya ia memintamu Ini hanya tentang waktu Kamu hanya perlu bersabar untuk menunggu Jangan hirau dengan kehidupan lain yang lebih silau Jangan hirau dengan ucapan yang membuatmu galau Ingatlah, mereka, sebelumnya jua pernah risau Kamu hanya perlu tabah dalam menanti Janji-Nya pasti akan ditepati Yakinlah pada kuasa Ilahi Sampai sini, kau sudah mengerti? ** Singkawang, 24 Maret 2021 -Rima Amara Sabrina-
Postingan terbaru

KEHILANGAN ARAH

Kala daku bermasygul, tiada seorang pun merangkul, tiada seekor burung pun bersiul, hanya kesenduan nan suka dipikul Berlari, kuberlari, menyisakan setapak jejak kaki, menyisipkan sesayup bisikan hati meninggalkan serpihan alunan melodi Lalu arunika datang menyapa, aku masih terjebak dalam hutan belantara, aku teriak hingga kehilangan suara termenung berkabung dalam duka lara Untuk waktu yang lama, tetap dengan raga yang sama, aku bersimpuh meminta aksama, kepada Tuhan sang pemilik atma, dariku hambamu yang tak sempurna **** 

BERCAKAP TENTANG HIDUP

Di titik pusaran malam Jentik-jentik mengapung di pikiran yang suram Lentik jarinya tak mampu menyulam Menyulam keindahan hari yang muram Sampai kapanpun  Entah bagaimanapun Takkan mampu engkau menghimpun makna tersuram bagi hidupku yang rimbun ***

KERUTUHAN ISTANAKU

Jauh langkah wanita berselendang Sejauh mata dia memandang Hembusan angin sendu bersenandung Dalam pilau di langit mendung Jauh bukit beralaskan rumput Selendangnya tak menutupi rambut Mudah baginya priaku direbut Tak hirau rasa sambut menyebut Serpihan kayu runtuh berserakan Serpihan hati retak dipecahkan Bersamanya runtuh istana kerajaan Singgasana rusak dibelah kepercayaan Duhai manis datang mengemis Kepada cinta yang tak pernah habis Tak hirau rasa hati terkikis Tinggallah duka air mata menangis ****

ARUMI SYAHDU

Bertutur tentang luasnya samudera, tak luput dari jejak insan yang anggara Gemerlap kelam tanpa sinar bagaskara, tibalah bulan suci hati terasa gembira Menggema aksa lantunan Al-Qur'an, bergetar atma umat-umat beriman, air mata dosa tumpah bercucuran, daksa bersimpuh memohon ampunan Beriring melodi merdu tadarusan, anak-anak lari melempar petasan, ibu-ibu gencar mengolah kue lebaran, mengguncang lambung jadi keroncongan Ramadan, kehadiranmu, mencairkan kalbu yang membeku, yang pernah memeluk masa kecilku, bersama keluguan teman-temanku Dan bila habis masamu, kau selipkan secarik arumi rindu, Melambung bersama hembusan serayu, terkenanglah rupa-rupa malam yang syahdu Dan bila habis waktumu, kau titipkan sajak-sajak rindu Melayang damai di atas awan biru, terkenanglah irama-irama malam yang berlagu Pada rinduku yang tak tersampaikan, sajak ini bukan sekadar ungkapan Genggamlah jantungku agar kau rasakan, betapa rindu sukmaku menyambut Ramadan **** 

Al-Qur'an

Bertutur tentang utara dan samudera Tak luput dari jejak insan yang anggara Gemerlap kelam tanpa sinar bagaskara Turunlah surat cinta di gua hira Bergetar atma sang Baginda, Inilah tanda perjuangan bermula Menyampaikan surat-surat cinta, dari sang Maha Pencipta Dalam sajak-sajaknya Susunan rima yang sempurna Tertutur indah memesona Tersampaikan kabar bahagia, bagi umat manusia Gemerlap sirna, cahaya bersinar Menyejukkan jiwa manusia yang terbakar Merelungi ruang hati insan yang bingar Menampar sukma mereka yang ingkar Itulah dia, kekuatan surat cinta dari-Nya Mampu membuat siapapun terkesima Jaminan bahagia bagi yang membacanya Sudahkah engkau membacanya? ****

JURAGAN BUMBU

Saban pagi, di kala sarayu sejuk menusuk Di saat orang-orang terlelap meringkuk Dipadukannya rempah-rempah ke dalam mangkuk Kemudian bergegas ia walau terkantuk Dengan Mionya ia bertaruh raga Memburu recehan, memuaskan dahaga Di tempat itu ia berniaga Demi ananda esok memasang toga   Daksanya hampir lagi rimpuh Namun tak jua bagai sesepuh Dari tangannya sodet hampir lumpuh, disajikannya hidangan, lidah jadi luluh Itulah ia sang juragan bumbu Darinya kalbu dan kaldu bersatu Masakannya selalu menyajikan rindu, menghidangkan haru, menghirapkan deru Olehnya jiwa dan jahe berpadu Kau mesti tak tahu, dialah ayahku ***