Kala daku bermasygul, tiada seorang pun merangkul, tiada seekor burung pun bersiul, hanya kesenduan nan suka dipikul Berlari, kuberlari, menyisakan setapak jejak kaki, menyisipkan sesayup bisikan hati meninggalkan serpihan alunan melodi Lalu arunika datang menyapa, aku masih terjebak dalam hutan belantara, aku teriak hingga kehilangan suara termenung berkabung dalam duka lara Untuk waktu yang lama, tetap dengan raga yang sama, aku bersimpuh meminta aksama, kepada Tuhan sang pemilik atma, dariku hambamu yang tak sempurna ****
Sajak dan Puisi karya Rima Amara Sabrina